Analog Clock

Rabu, 22 Februari 2012

menanam pohon


Penghijauan

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Achmad Siddik

Perawat Komunitas Pohon Inspirasi yang cinta pada Yang Mencipta Pohon. Ingin menghembus sejuknya inspirasi, merentang teduhnya persahabatan, menghunjam kokohnya akar kedamaian dan menghias lebatnya buah kebaikan di bumi. Juga menulis buku KETIKA POHON BERSUJUD. Follow @achmadsiddik

Menanam Pohon, Membangun Taman di Surga

OPINI | 20 February 2012 | 09:43 81 6 3 dari 3 Kompasianer menilai inspiratif

1329705658450698850
Aktifitas Pelajar Menanam Pohon (dok. pribadi)
Seorang pengembara telah berjalan berbulan-bulan untuk mencari inspirasi hidup. Dia sudah mengunjungi banyak tempat di bumi ini. Bila ada pemandangan alam yang menarik atau kegiatan manusia yang dia anggap bermanfaat, dia sempatkan berhenti dan menggali informasi.
Suatu ketika, sang pengembara datang pada tujuh orang yang sedang membangun menanam bibit pohon. Sang pengembara kemudian bertanya pada orang pertama,
“Apa yang Bapak kerjakan ?”
Jawab penanam pertama dengan muka datar, “lihat saja sendiri, saya sedang apa.”
Kemudian sang pengembara beralih pada penanam kedua dan melontarkan pertanyaan yang sama.
“Saya sedang membuat lubang tanam,” jawab penanam kedua tanpa senyum sedikitpun
Pada penanam ketiga, sang pengembara juga mengungkapkan pertanyaaan serupa. Lalu dengan senyum tipis penanam ketiga menjawab,
“Saya menanam bibit pohon”
Ketika sang pengembara beralih ke penanam ke emapat, dia mendapat jawaban dengan senyum lebar,
“Saya sedang membangun taman”
Penanam kelima menyambut pertanyaan dengan senyum yang begitu manis dan kemudian menjawab, “ Saya sedang membangun sebuah kehidupan baru”
Penanam keenam menyambut kehadiran pengembara dengan ramah, senyum dan kemudian memberikan jawaban,
“Saya sedang membangun taman saya di Surga”
Akhirnya sang pengembara tiba pada penanam ketujuh yang sibuk bekerja. Saat pertanyaan yang sama terlontar, senyum lebar dan wajah berseri penuh kegembiraan dari penanam ke tujuh mengiringi jawaban yang terucap, “Saya sedang membangun sebuah kehidupan baru dan taman saya di Surga”
Sang pengembara telah mendapatkan inspirasi hidup yang sangat berharga dari tujuh penanam bibit pohon itu.
***
Kisah penanam bibit pohon adalah adalah gambaran seseorang yang hidup dengan visinya masing-masing. Visi hidup akan berpengaruh pada sikap dan cara kita menjalani hidup. Semakin jauh dan luas visi hidup seseorang, semakin ia akan hidup dengan semangat yang besar dan harapan yang tinggi. Sebaliknya, visi hidup yang pendek dan sempitl akan membuat dia bersikap sesempit dan sependek visi hidup kita.
Saya ingin menjadikan kisah di atas dalam konteks program penanaman pohon yang sangat gencar di negeri kita. Menanam pohon yang dilandasi dengan filosofi yang dalam visi yang jauh akan berbeda hasilnya dengan sekedar menanam untuk tujuan jangka pendek. Orang yang menanam pohon dengan harapan terbangunnya kehidupan baru yang lebih baik tentu akan memilih bibit terbaik, memilih lokasi tanam paling sesuai, menanam dengan cinta dan harap serta merawatnya dengan penuh keceriaan. Semangat memelihara bibit pohon yang dirawat semakin kuat karena dorongan misi suci untuk mendapat ganjaran terbesar dari Tuhan berupa taman di surga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar